Sosok Zulfarhan Osman, Siswa Taruna yang Tewas Disetrika


 

Kuala Lumpur, 25 Juli 2024 – Zulfarhan Osman Zulkarnain, seorang siswa taruna dari Universiti Pertahanan Nasional Malaysia (UPNM), menjadi sorotan publik setelah meninggal dunia akibat penyiksaan brutal oleh teman-temannya. Zulfarhan tewas pada 1 Juni 2017, setelah mengalami kekerasan fisik yang mengerikan, termasuk disetrika oleh beberapa pelaku yang juga siswa taruna. 

Kejadian tragis ini bermula pada akhir Mei 2017 ketika Zulfarhan diduga dituduh mencuri laptop milik salah satu temannya. Tuduhan ini memicu serangkaian kekerasan fisik yang dilakukan oleh sekelompok teman Zulfarhan. Mereka menggunakan setrika untuk menyiksa Zulfarhan, menyebabkan luka bakar yang parah di tubuhnya. Meski dalam kondisi kritis, Zulfarhan tidak segera mendapatkan perawatan medis yang memadai.

Zulfarhan akhirnya dibawa ke rumah sakit, tetapi nyawanya tidak dapat diselamatkan. Otopsi menunjukkan bahwa penyebab kematiannya adalah luka bakar serius yang dideritanya. Penyelidikan lebih lanjut mengungkapkan adanya unsur penganiayaan yang sistematis dan terencana.

Pihak kepolisian segera menangkap beberapa tersangka yang terlibat dalam kasus ini. Para pelaku dihadapkan pada tuduhan pembunuhan dan penganiayaan berat. Kasus ini kemudian diadili di pengadilan Malaysia, menarik perhatian luas dari media dan masyarakat.

Kasus Zulfarhan Osman menimbulkan kemarahan dan kesedihan di seluruh negeri. Banyak pihak yang mengecam tindakan kekerasan tersebut dan menuntut agar keadilan ditegakkan. Pemerintah dan berbagai lembaga pendidikan juga dituntut untuk memperketat pengawasan dan mencegah terulangnya kejadian serupa di masa depan.

Universiti Pertahanan Nasional Malaysia (UPNM) mengeluarkan pernyataan resmi yang menyatakan duka cita mendalam dan berjanji akan melakukan investigasi internal serta memperkuat kebijakan untuk mencegah kekerasan di lingkungan kampus.

Komentar