Tradisi Serabi Likuran





Foto : @instagram/kabar pemalang



Di Desa Penggarit, Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang dalam menyambut lailatul qadar mempunyai tradisi unik yakni saling memberi atau mengirim Serabi Likuran kepada para tetangga atau sanak saudara.

Tradisi sebagai salah satu hubungan komunikasi dan sosial di masyarakat. Di likuran ini ada tradisi saling berbagi, saling memberi antar keluarga. Sebuah tradisi saling berkirim jajanan tradisional berupa serabi di 10 malam terakhir ramadhan atau hari ganjil bulan Ramadhan atau disebut likur. tradisi serabi likuran ini biasanya digelar di tanggal-tanggal ganjil di pengujung bulan Ramadan, yakni mulai hari ke 21, 23, 25, 27 dan 29.

Kini dikemas menjadi sebuah pasar tradisional dengan mayoritas berjualan serabi dan transaksinya menggunakan uang klitik. Sedikitnya ada 50 pedagang yang menjajakan jajanan tradisional di sepanjang Jalan R. Sudibyo Desa Penggarit pada Senin (8/4/2024) kemarin.

Serabi yang digunakan untuk acara likuran ini, memang nampak serabi pada umumnya. Berbahan dasar tepung beras yang dicampur santan kelapa. Hanya saja, kue serabi akan disajikan dengan kuah. Ada dua varian kuahnya, yakni kuah yang gurih, terbuat dari santan kelapa maupun kuah yang rasanya manis, dari olahan gula merah yang dicairkan ditambah parutan kelapa.

Tradisi selikuran ini merupakan tradisi yang pada intinya untuk menjalin silaturahmi antarwarga di Desa Penggarit.


Komentar