Takling
(Takbir Keliling )
Takbir keliling adalah tradisi umat Muslim di Indonesia yang dilakukan pada malam atau pagi hari menjelang perayaan Idul Fitri. Tradisi ini dilakukan dengan cara mengumandangkan takbir (ucapan Allahu Akbar) secara bersama-sama di berbagai wilayah atau lingkungan. Biasanya, takbir keliling dilakukan oleh sekelompok orang yang membentuk rombongan dengan membawa alat musik seperti kendang, rebana, atau bedug. Mereka berjalan keliling di sekitar kampung, desa, atau lingkungan tertentu sambil mengumandangkan takbir. Takbir keliling dilakukan sebagai bentuk ungkapan syukur umat Muslim atas berkah dan kesempatan dapat merayakan hari raya secara bersama-sama.
Pada jalan Desa Mengori nampak begitu ramai selepas isya. Puluhan pemuda terlihat seperti tengah bersiap, ada yang membawa obor, beberapa lainnya mengecek lampu di miniatur kuda dan masjid yang terpasang di mobil pick up. Sesaat kemudian, mereka menyalakan sound system, lalu menyambungkannya dengan salah satu ponsel yang memutarkan lagu bernuansa islami. Warga yang penasaran mulai berdatangan menuju sumber suara. Di seberangnya, bocah-bocah asyik memainkan obor yang telah diberikan. Ada juga yang sibuk berdandan ala hantu, dengan membajur dirinya dengan bedak dan arang. Mereka nampak beda, sesekali berlaku iseng dengan mengejar warga yang nampak ketakutan melihat keberadaannya. Sebagian lainnya mengajaknya berswafoto.
Inilah rutinitas di Dusun Tegal Gohong, Dusun Mengori, Pemalang (Jawa Tengah). Setiap malam Idul Fitri. Pemuda dari dusun ini rutin merayakan kedatangan awal bulan Syawal dengan cara yang meriah. Sejak lebih dari dua dekade lalu, mereka rutin melakukan karnaval obor dan takbir di sepanjang jalan Desa Mengori sejauh empat kilometer pulang-pergi. Perjalanan dimulai selepas isya, lalu selesai sekitar pukul sepuluh malam.

Komentar
Posting Komentar